Hubungan Spiritual Dan Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Mojokerto

Authors

  • Angga Maulana Okta 1Klinik Lapas Kelas IIB Mojokerto Author

DOI:

https://doi.org/10.64844/mmghz521

Keywords:

Dukungan Keluarga, Spiritual, Harga Diri, Narapidana

Abstract

Seorang narapidana membutuhkan spiritual dan dukungan keluarga agar tetap dapat mempertahankan harga dirinya semasa berada di Lembaga Pemasyarakatan. Perubahan kehidupan narapidana dapat menjadikan seorang narapidana mengalami gangguan psikis seperti harga diri rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan spiritual dengan harga diri narapidana, hubungan dukungan dengan harga diri narapidana dan hubungan spiritual dan dukungan keluarga dengan harga diri narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Mojokerto. Desian penelitian ini menggunaan cross sectional. Populasinya seluruh narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Mojokerto sebanyak 334 narapidana, sampel sebanyak 84 responden dengan teknik sampling menggunakan simple random sampling. Variabel independennya yaitu spiritual dan dukungan keluarga dengan variabel dependennya yaitu harga diri. Penelitian ini menggunakan uji regresi logistik dengan bantuan SPSS versi 16.0. Hasil penelitian (p = 0,001) untuk spiritual dengan harga diri, artinya ada hubungan spiritual dengan harga diri narapidana, sedangan dukungan keluarga dengan harga diri narapidana (p = 0,001) artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan harga diri narapidana, ada hubungan spiritual dan dukungan keluarga dengan harga diri narapidana (p=0,000) dan tidak ada perbedaan yang signifikan (p = 0,929) antara spiritual dan dukungan keluarga terhadap harga diri narapidana jika dilihat dari EXP (B) hubungan dukungan keluarga dengan harga diri lebih besar dari pada nilai EXP (B) hubungan spiritual dengan harga diri yaitu 0,878 untuk dukungan keluarga dan 0,846 untuk spiritual, artinya bahwa dukungan keluarga lebih berpengaruh terhadap harga diri narapidana. dibandingkan dengan spiritual. Adanya spiritual yang tinggi dan dukungan keluarga yang baik akan dapat meningkatkan harga diri narapidana mekipun mereka berada di Lembaga Pemasyarakatan.

References

A, P. P., & Griffin, P. A. (2005).

Buku

Ajar

Fundamental

Keperawatan. Jakarta: EGC.

Azizah, L, M., Melawati, R. (2011).

Hubungan Dukungan Keluarga

Dengan Motivasi Lanjut Usia

Mengunjungi Posyandu Lansia.

Keperawatan Bina Sehat, Vol. 3

No., 85–91.

Azizah, L. M., Zainuri, I., Akbar, A.

(2016). Buku Ajar Keperawatan

Kesehatan

Jiwa-Teori

Aplikasi

Praktik

dan

Klinik.

Yogyakarta:

Pustaka.

Indomedia

Candra, I. W., Harini, I. G. A.,

Sumirta, I. N. (2017). Psikologi

Landasan Keilmuan Praktik

Keperawatan Jiwa. Yogyakarta:

ANDI.

Friedman, M. (2010). Buku Ajar

Keperawatan keluarga : Riset,

Teori, dan Praktek. In Edisi 5.

Jakarta: EGC.

Hairina, Y., Komalasari, S. (2017).

Kondisi Psikologis Narapidana

Narkotika

Di

Permasyarakatan

Lembaga

Narkotika

Klas II Karang Intan Martapura,

Kalimantan

Selatan.

Jurnal

Studia Insania, Vol.5(1), 94

104.

https://doi.org/10.18592/jsi.v5i1

.1353

Hamid, A. Y. (2009). Bunga Rampai

Asuhan

Keperawatan

Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC.

Hartanti,

I.

(2016).

Hubungan

Dukungan Keluarga Terhadap

Harga Diri Pasien Skizofrenia

Di Wilayah Kerja Puskesmas

Langsa Timur, Vol.1 No.1, 78

85.

Hayman, J. W., Kurpius, S. R.,

Befort, C., Nicpon, M. F., Hull

Blanks, E., Sollenberger, S., &

Huser, L. (2007). Spirituality

Among College Freshmen:

Relationships to Self-Esteem,

Body

Image, and Stress,

Vol.52(October), 55–70.

Downloads

Published

2025-06-15